Sabtu, 19 Januari 2013

Tempat Download Template Blog Free

Berikut merupakan Daftar situs Template Blog yang saya dapatkan dan Kumpulkan dari Hasil Pencarian di Google.Jika anda berminat Untuk Mendownload Template Gratis Silahkan Kunjungi Langsung Situs Resminya dan Pilih mana Template Yang Anda Sukai.

Free Blogger Templates (Blogspot)

1.www.btemplates.com
2.www.bloggerbuster.com
3.http://blogtemplate4u.com
4.www.freeblogger-templates.blogspot.com
5.www.blogger-templates.blogspot.com
6.www.finalsense.com
7.www.ourblogtemplates.com
8.www.bloggerstyles.com
9.www.eblogtemplates.com
10.www.blogspottemplate.com

Free WordPress Templates

1. www.prowordpressthemes.com
2. www.wordpresstemplates.com
3. wordpresstemplates.name
4. www.skinpress.com
5. www.wordpress.org
6. www.topwpthemes.com
7. www.blogohblog.com
8. www.templatesbrowser.com
9. www.wpskins.org
10. www.freewordpresstheme.info

Cara Cepat Menghafal Musim di Jepang


Dalam bahasa Jepang pun banyak sekali kosakata yang berupa singkatan seperti musim di Jepang dalam setahun bisa disingkat hanya dengan menuliskan 4 huruf kanji saja, 春夏秋冬 dengan melihat 4 kanji ini saja kita bisa faham bahwa kanji pertama menunjukan musim semi (春 haru), kanji kedua menunjukan musim panas (夏 natsu), kanji ketiga menunjukkan musim gugur (秋 aki) dan kanji keempat menunjukkan musim dingin (冬 fuyu). Sebagai contoh saya tuliskan beberapa pengalaman teman teman dalam menghapal nama empat musim dalam bahasa Jepang (Haru,Natsu,Aki,Fuyu) ini, kedengarannya cukup unik dan lucu.  Bagi pembelajar bahasa Jepang pemula kadangkala banyak yang belum terbiasa dengan ucapan bahasa Jepang, atau yang sudah lama sekali tidak menggunakan bahasa Jepang, sering lupa atau terbolak-balik menggunakannya. Berikut ini ada cara yang dilakukan seorang teman untuk menghapal empat musim tersebut.
                Musim semi yang dalam bahasa Jepangnya 春 Haru. Seperti kita ketahui haru dalam bahasa Indonesia adalah suasana hati yang penuh empati,dst (sulit diungkapkan dalam kata-kata) yang dapat kita alami jika kita masuki musim semi, dimana udara sejuk dan bunga-bunga mekar seperti bunga sakura, bunga tulip, bungan mawar dan bunga bunga lainnya. Bagi kita yang memperhatikan keadaan alam seperti ini akan timbul perasaan haru . atau haru juga bisa dianalogkan dengan kata baru, karena setiap awal musim semi biasanya muncul barang barang baru seperti barang elektronik terbaru, suasana kelas atau teman baru pada saat masuk sekolah atau kampus baru di awal bulan april, karyawan baru dan wajah wajah baru dari para penyiar TV dan lain sebagainya.
                Musim panas dalam bahasa Jepangnya adalah夏 natsu. Natsu menggambarkan dimana orang-orang mempunyai nafsu untuk berjemur di panas sinar matahari.
                Musim gugur bahasa Jepangnya adalah  aki. Aki adalah sebutan untuk kakek dalam bahasa Sunda, biasanya yang disebut aki atau aki aki dalam bahasa sunda menunjukkan seseorang yang tua , rambut berubah memutih penuh uban, gigi sudah mulai rontok seperti halnya daun daun berguguran di musim gugur.  Di sini dapat diartikan bahwa musim gugur adalah saatnya daun-daun berguguran seperti halnya kakek atau aki aki yang menunggu saatnya untuk "berguguran". seiring dengan bertambahnya usia.
                Musim dingin yang dalam bahasa Jepangnya adalah  fuyu. Fuyu dalam bahasa Indonesia hampir mirip dengan kata kuyu atau layu yang dapat kita artikan sebagai wajah yang lesu, tidak semangat. Sehingga dapat dianalogikan dengan suasana musim dingin yang membuat kita malas beraktivitas karena dingin.

Jajanan Tradisional Jepang (part 2)


MANJU :
Manju Adalah tradisional Jepang yang populer . Ada banyak jenis Manju, tetapi kebanyakan memiliki luar dibuat dari tepung terigu, tepung beras dan gandum dan pengisian an (pasta kacang merah), terbuat dari kacang Azuki rebus dan gula. Mereka direbus bersama-sama lagi dan diremas. Ada beberapa jenis pasta kacang yang digunakan termasuk koshian, tsubuan, dan tsubushian.

MELON PAN :
Melonpan (meronpan), Juga dikenal sebagai panci Melon, Melon roti atau roti, roti manis produk dari Jepang, tetapi juga populer di Taiwan dan Cina. Mereka dibuat dari adonan yang kaya tercakup dalam lapisan tipis adonan kue renyah. Penampilan mereka menyerupai melon, seperti rock melon (semangka). Mereka tidak tradisional rasa melon. Tetapi di masa sekarang ini telah menjadi populer untuk produsen untuk menambah melon melon ke roti. Variasi ada, termasuk beberapa dengan beberapa chocolate chips antara lapisan kue dan diperkaya adonan lapisan, dan non-melon dibumbui dengan versi karamel, maple sirup, cokelat, atau rasa lain, kadang-kadang dengan sirup, kocok atau krim rasa, atau puding sebagai pompa. Dalam kasus variasi tersebut, nama dapat membuang kata “semangka” ( “mapel panci”) atau mungkin tetap sekalipun tidak ada rasa melon (“cokelat melon pan”).



KAKIGORI :
Kakigori adalah makanan pencuci mulut Jepang yang terbuat dari rasa es serut dengan sirup.
stroberi, ceri, lemon, teh hijau, anggur, melon, “biru-Hawaii” plum manis, dan berwarna sirup. Beberapa toko menyediakan varietas yang berwarna-warni dengan menggunakan dua atau lebih yang berbeda sirup. Untuk mempermanis Kakigori, susu kental sering dituangkan di atasnya.


Chawanmushi
Chawanmushi (Chawanmushi, secara harfiah “uap cangkir teh” atau “dikukus dalam mangkuk teh”) adalah hidangan custard telur yang ditemukan di Jepang yang menggunakan benih ginkgo. Tidak seperti banyak custard lain, biasanya dimakan sebagai hidangan pembuka. The custard terdiri dari campuran telur dibumbui dengan kecap, dashi, dan mirin, dengan berbagai bahan seperti jamur shiitake, Kamaboko, dan udang direbus ditempatkan dalam cangkir teh seperti wadah. Resep untuk hidangan yang mirip dengan telur dikukus Cina, tapi mungkin sering berbeda topping.



Jajanan Tradisional Jepang (part 1)


Jajanan tradisional teryata tak hanya ada di Indonesia saja, di negara lain juga banyak jajanan khas yang dijual maupun dibuat sendiri dirumah. Misalnya saja di Jepang, ada berbagai macam jajanan khas yang bisa dinikmati. Yuk kita intip apa saja jajanan tradisional khas Jepang !

Senbei
Makakan ini merupakan makanan ringan yang berasal dari Jepang, di buat dari tepung beras atau tepung  serealia yang lain. Makanan ini bisa berbentuk bundar, persegi, atau persegi panjang yang pipih, dan dimatangkan dengan cara dipanggang sampai berwarna kuning ke emasan. Dibandingkan kerupuk, senbei jauh lebih tebal, dan berukuran lebih besar daripada okaki atau arare.

Takoyaki
Nama makanan yang asalnya dari daerah Kansai, Jepang. Berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu  diisi potongan gurita didalamnya.
Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Toyaki biasanya dijual dalam bentuk set dengan 1 seat berisi 5-10 buh toyaki, disajikan diatas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang.











 Okonomiyaki
Jajanan ini berbahan utama tepung terigu yang encerkan menggunakan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan. Sesuai dengan namanya, lapisan atas (topping) okonomiyaki bisa disesuaikan degan selera masing-masing.











Dorayaki
 
Mendengar nama makanan yang satu ini tentu tak asing lagi bagi yang gemar menonton film kartun Doraemon. Ya, Dorayaki adalah makanan utama yang dimakan Doraemon.
Dorayaki adalah kue tradisional yang bentuknya bundar dan sedikit tembem, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selain kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur yang lembut.





\


Kashiwamochi
Ini merupakan kue Jepang yang dibuat dari tepung beras dengan isi selai kacang merah. Kue ini termasuk salah satu jenis mochi, dan disebut kashiwamochi karena dibungkus daun sejenis pohon ek. Daun pembungkusnya tidak untuk dimakan.














Mochi
Mochi merupakan kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, lalu dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional Mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang.


Festival-Festival di Jepang (part 3) terjadi di tahun baru


Bulan Januari
Tanggal 1, Ganjitsu (Tahun Baru)
Waktunya untuk menyantap o-sechi ryoriO-sechi ryori adalah makanan khusus yang dipersiapkan untuk tiga hari pertama di Tahun Baru (hari-hari ini disebut san-ga-nichi). Makanan yang indah ini dipersiapkan sebelumnya. Setelah itu, hanya perlu sedikit memasak selama liburan, sehingga metode persiapan dan bahan-bahan dipilih untuk memastikan semuanya tetap segar selama tiga hari. Secara tradisional, setiap masakan melambangkan keinginan untuk kebahagiaan dan kesuksesan keluarga. Contohnya, kacang kedelai hitam rebus (mame) disajikan dengan harapan bahwa setiap orang akan menjalani kehidupan yang sehat (mame), dan telur ikan herring (kazu no ko,yang dapat diterjemahkan sebagai “banyak anak”) disantap dengan harapan agar keturunannya makmur. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 1 sampai 3, Hatsu-mode (kunjungan pertama dalam tahun tersebut ke tempat suci atau kuil)
Hatsu-mode adalah kunjungan ke sebuah tempat suci atau kuil yang dilakukan di awal tahun baru untuk mengungkapkan permintaan tentang kesehatan anggota keluarga, kenaikan pangkat, kedamaian dunia, dll. Bertahun-tahun yang lalu, orang-orang biasanya pergi berkunjung pada malam Tahun Baru, ketika gong sedang berbunyi. Kini, pada umumnya kunjungan dilakukan pada salah satu hari di tiga hari pertama dalam tahun tersebut. Berjuta-juta orang mengunjungi kuil dan tempat suci yang terkenal, seperti Kuil Meiji (Tokyo), Kuil Naritasan Shinsho-ji (Propinsi Chiba), Kuil Kawasaki Daishi (Propinsi Kanagawa), Kuil Yasaka (Kyoto), dan Kuil Sumiyoshi (Osaka). (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 2, Shin-nen Ippan Sanga (ucapan selamat Tahun Baru kepada Keluarga Kaisar)
Lingkungan Istana Kekaisaran di Tokyo biasanya tertutup untuk masyarakat umum, tetapi pada tanggal 2 Januari setiap orang dapat masuk untuk memberikan ucapan selamat Tahun Baru kepada anggota Keluarga Kaisar, yang melambaikan tangan kepada masyarakat dari balkon istana yang menghadap Taman Timur. Baru setelah Perang Dunia II semua penduduk diberikan hak untuk mengunjungi lingkungan istana untuk tujuan ini. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)


Tanggal 11 (tanggal 4 atau 20 di beberapa daerah), Kagami-biraki (Memotong kue beras Tahun Baru)
Kue beras kagami-mochi bulat yang besar secara tradisional dipersembahkan kepada para dewa selama perayaan Tahun Baru, kemudian pada hari ini kue mochi tersebut dipotong menjadi potongan kecil dan dimaka dengan o-zoni (sup sayur) atau o-shiruko (sup kacang azuki). Pada waktu kue ini dipotong, Tahun Baru dianggap telah selesai. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 15 (kira-kira), Dondo-yaki
Hiasan Tahun Baru, seperti Kado-matsu (hiasan rangkaian tanaman) dan Shime-kazari (ornamen tali jerami), dibawa ke kuil setempat atau tempat lainnya dan dibakar. Menghangatkan diri di dekat apinya dikatakan dapat memberikan kesehatan yang baik dan kebahagiaan selama setahun. Upacara ini dilakukan di seluruh negeri. Acara pada Kuil Torigoe di Tokyo sangat terkenal. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Hari Senin Kedua bulan Januari, Seijin no Hi (Hari Usia Dewasa)
Di Jepang, orang-orang yang memperoleh hak untuk mengambil suara, minum alkohol dan merokok pada usia 20 tahun, ketika mereka secara resmi dinyatakan sebagai orang dewasa. Hari Usia Dewasa merayakan dimulainya masa dewasa untuk orang-orang yang akan berulang tahun ke-20 pada tahun tersebut. Pada upacara di kota-kota di seluruh negeri, para pemuda berpakaian jas kerja dan para wanita berpakaian kimono berwarna cerah berkumpul untuk mendengarkan pidato dan acara yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran terhadap status mereka sebagai orang dewasa. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Bulan Februari
Tanggal 3, Setsubun (upacara tradisional mengusir iblis)
Pada tanggal 3 Februari, hari sebelum musim dingin berubah menjadi musim semi, upacara Setsubundilakukan untuk mengusir pengaruh yang merusak dan membawa keuntungan serta kebahagiaan. Di rumah-rumah, kebiasaannya adalah dengan menyebar kacang panggang sambil berteriak, “Oni wa soto, fuku wa uchi!” (“Iblis keluar, keuntungan masuk!”). Kebiasaan ini disebut mame-maki. Bintang-bintang media ternama dan para atlit diundang ke beberapa tempat suci dan kuil terkenal untuk melakukan mame-maki, membawa kegembiraan tambahan untuk masyarakat. Foto ini memperlihatkan kegiatan tersebutdi Kuil Kushida di Fukuoka. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 6 sampai 13 (kira-kira), Sapporo Yuki Matsuri (Festival SaljuSapporo)
Sapporo, kota terbesar di Hokkaido, merayakan musim dingin dan salju di awal bulan Februari setiap tahun. Di Taman Odori, Anda dapat melihat lebih dari 150 patung besar yang terbuat dari salju dan es, menggambarkan berbagai bentuk mulai dari karakter televisi terkenal sampai karya arsitektur dunia. Ketika malam tiba, lampu-lampu sorot berwarna-warni membuat patung-patung tersebut berkilauan, menciptakan dunia impian di musim dingin. Anda juga dapat menonton konser dan acara lainnya selama kunjungan anda kesana. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 10 dan 11, Festival Inukko, di Yuzawa, Propinsi Akita
Lilin-lilin dibakar di kuil dan terdapat patung-patung anjing yang terbuat dari salju, mengundang pengunjung, khususnya anak-anak untuk masuk ke dalam dunia dongeng.
(Sumber: yokoso!japan weeks JAN.20 - FEB.29,2008)

Bulan Maret
Tanggal 3, Hina Matsuri (Festival Boneka)
Anak-anak perempuan menempatkan boneka yang mengenakan rok tradisional resmi, untuk menghiasi bagian rumah dan mengungkapkan permintaan untuk kesehatan dan kebahagiaan. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Tanggal 12, Upacara O-mizu toridi Aula Nigatsu-do, Kuil Todai-ji, Nara
Peristiwa penting dalam kalender Budhis ini diadakan pada salah satu kuil paling terkenal dii Jepang selama dua minggu, dimulai pada tanggal 1 Maret. Klimaksnya adalah pada tanggal 12, jauh di malam hari. Obor Taimatsu yang sangan besar berkobar-kobar dibawa dengan cepat di sepanjang beranda panjang yang mengelilingi Aula Nigatsu-do. Bunga api bertebaran pada kerumunan orang di bawahnya. Upacara lainnya, yang jauh lebih serius, diadakan pada saat yang hampir bersamaan, para pendeta mengambil air dari sebuah sumur di lingkungan kuil, dan mempersembahkannya kepada patung Kannon. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)